Toggle navigation

#folkmagazine1,477,523 POSTS

Post Content
User Image mono_sabek Posted: Nov 22, 2017 8:29 AM (UTC)
9
1 Normal
good morning..." [edit: nature presets] (link in Bio)
User Image a_lizee Posted: Nov 22, 2017 8:22 AM (UTC)
xcanadian
47
2 Normal
What’s your biggest fear?
User Image alexandrudrg Posted: Nov 22, 2017 8:21 AM (UTC)
80
5 Normal
Don’t be afraid to look up!
User Image prato.legambiente Posted: Nov 22, 2017 8:19 AM (UTC)
3
0 Normal
CAPANNO BLACK OUT
DOMENICA 3 DICEMBRE 2017, APERITIVO DALLE 19 ALLE 23 📢

Inizia il Rigenero nel locale più cool del momento! ♻️ Dai una seconda possibilità a ciò che non indossi più, Rigenero è un’occasione per scambiare abiti dimenticati nel tuo armadio con quelli di altre persone!
PARTECIPA E DIVERTITI! 😀
#rifò #recycle #secondhand #folknature #instanature #volontariambiente #erasmusdays #erasmus #evs @useitprato @vivo_prato @visitprato @officinagiovaniprato @discoverprato @cittadiprato @pratosfera @pratodalcielo @volontariambiente @legambientetoscana @legambiente @igersprato @agenziagiovani @notiziediprato @pratosfera #folkvibe #folkmagazine #picoftheday #photooftheday #folkgood #folknature #environment #igers #igersitaly #tuscany #igerstuscany #pratosfera #prato #laboratorio #legambienteprato
User Image tiempodecerezas Posted: Nov 22, 2017 8:16 AM (UTC)
anabuho
esolympus
127
4 Normal
A little fairy found into the woods.
@anabuho , June 2017.
User Image ___canopy___ Posted: Nov 22, 2017 8:14 AM (UTC)
13
1 Normal
[] Angkor, Cambodia, 2015. Pineapples are perfectly prepared in Asia, a must see.
User Image azizifadli Posted: Nov 22, 2017 5:45 AM (UTC)
82
1 Normal
Kalibut.
Hiduplah pemuda-pemuda pada era akhir kejayaan komandan demokrasi terpimpin. Menyiapi diri dengan mandi pagi, berklimis kumis tipis, menghisap tembakau bakar, berikut juga dengan arogansi penuh menatap kamera; guna memperbaharui cerita instanya. Semalam Ia tidak pulang terlalu kelam, hanya saja berkendara ria bersama mobil yang dibelikan Mama. Terkesan 'cute', jantan, dan 'healthy'. Walaupun mengendap nikotin sesekali.
Di belahan negeri yang lain, belum mati pula pemuda dengan dengkurnya semenjak dini hari tadi. Pulang sudah terlalu malam, karna sibuk mengawal kebijakan birokrat yang tampaknya tidak pro kepada rakyat. Anggap saja, Ia sudah berdemonstrasi memperjuangkan pedagang kaki lima yang akan digusur Satuan Polisi Pamong Praja. Tidak punya kendara teduh pembelian Papa, karna tidak cukup materinya. Orang tuanya tidak beruang. Beruang? ber-uang barangkali.
Tidak terlalu jauh juga, di negeri yang berbeda dan dipulau yang sama, tidak mau mati juga kiranya pemuda yang sibuk berdistraksi dengan dirinya sendiri. Sibuk atas pencaharian atas pengetahuan, sesekali Tuhan, lalu memaknai kehidupan yang selalu dituntut untuk mapan. Agar sesuai dengan ekspektasi para perempuan, dan dunia yang berjalan tanpa berkesudahan. Yang sesekali bertanya, "kapan bumi berhenti berotasi?". Ia merasa tujuan hidup adalah untuk mati. Tidak mungkin juga untuk bunuh diri. Hidup membikin otaknya meredup, berkelun kesah dengan jantung degup-degup.
Lalu selalu ingin hiduplah pemuda borju yang menggerutu soal petani dan buruh. Menyertai beragam kontes intelektual dan ikut berorganisasi intra di miniatur negaranya. Dikampus sampai mampus. Bergelora, membara, memegang toa untuk mempengaruhi adik-adik didiknya. Mengisi seminar sana-sini, berjumawa kesana kemari. Yang setelah masanya reda, Ia bungkam dibawah ketiak Mama. "Ma, aku ikut Duta Wisata saja bagaimana?", bisiknya pada induk sebelum matanya terkantuk.
Aih, seterusnya kalian semua merasa sedang dibicarakan dan celingak-celingukan. "Heh, aku ngga begitu. Mungkin saja cerita tentang manusia lain". Kemudian semenjak dari sini dimulai; super ego dikalahkan oleh ego. Lalu rasio tidak menjalar ke seantero.

Hashtags found on this page